Jumat, 23 Desember 2011

“ ANAK YANG SUKA BOLOS “



                Hal yang sering sekali di langgar oleh siswa dan siswi disekolah adalah bolos. Di sekolah manapun baik SMP / SMA pasti ada siswa dan siswi yang pernah bolos. Menurut pendapat mereka bolos itu hal yang menyenangkan, membuat mereka merasa bebas karena mereka bisa melakukan semua hal yang mereka sukai. Sedangkan kalau dipekarangan sekolah, mereka merasa tidak nyaman dan tidak bebas untuk melakukan semua hal tersebut. Karena di sekolah banyak sekali peraturan- peraturan yang harus di patuhi dan di taati. Apabila melanggar peraturan pasti mendapatkan sanksi, misalnya di skors selama 3 hari, di jemur siang hari, hormat tiang bendera sampai pulang. Itu semua di berikan agar mereka tidak bolos lagi. Walaupun begitu masih banyak juga yang suka bolos.
            Ada realitas yang mengidentifikasikan bahwa siswa dan siswi yang sering bolos disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
1.      Faktor pertama yang menyebabkan siswa dan siswi bolos, yaitu: tidak menyukai guru bidang studi yang mengajar. Alasan yang biasanya mereka katakan di antaranya guru tersebut pemarah, sering membedakan siswa yang satu dengan siswa yang lain, dan juga cara guru menjelaskan pelajaran membuat siswa dan siswi merasa bosan. Guru marah itu pasti ada sebabnya, mungkin mereka marah karena siswa/siswi tidak mengerjakan tugas atau melakukan sesuatu yang membuat Ibu/Bapak guru menjadi kesal.
2.      Faktor yang kedua yaitu, pelajar tidak menyukai mata pelajaran yang diikuti. Hal ini disebabkan karena siswa/siswi merasa pelajaran tersebut membosankan, sulit, tidak mudah dimengerti, dan lain sebagainya.
3.      Faktor yang ketiga yaitu, siswa merasa tidak nyaman berada terlalu lama di dalam perkarangan sekolah. Karena banyak aturan-aturan yang membuat mereka tidak bisa melakukan semua hal yang mereka sukai.
4.      Faktor yang keempat yaitu, ada hal-hal luar yang membuat mereka ingin cepat-cepat pulang. Misalnya internet, game online, playstation, dan sebagainya. Sehingga mereka menganggap bahwa belajar itu tidak menarik dan membosankan.
5.      Faktor kelima yaitu, kurangnya perhatian orang tua, sehingga tidak bisa mengotrol apa-apa yang dilakukan oleh anaknya.
6.      Faktor yang keenem yaitu, siswa dan siswi tidak termotivasi karena merasa tidak mampu sekolah. Biasanya siswa ini mengalami kesulitan dalam belajar. Jadi logikanya, karena tidak bisa mereka akhirnya malas belajar dan bolos.
7.      Faktor yang ketujuh yaitu pergaulan. Apabila kita bergaul dengan orang yang suka bolos, maka kita mungkin juga ikut-ikutan bolos. Tetapi hal ini tergantung dengan diri kita sendiri.

Untuk mengatasi siswa yang suka bolos sebaiknya guru lebih memperketat lagi peraturan sekolah, mencurigai anak yang keluar dari kelas waktu jam belajar, guru yangmengajar berusaha untuk membuat siswa dan siswi tidak bosan dalam waktu belajar, dan juga guru bisa memanggil orang tuanya, hal ini menjadi sebuah media. Tapi agar media ini berhasil, guru harus merancang apa yang perlu dipersiapkan sebelum bertemu orang tua, apa yang dibicarakan dan apa yang perlu dilakukan. Sesudah itu, jika sekedar memanggil, sekedar orang tuanya datang. Kemudian tidak ada perubahan, ada yang perlu di evaluasi dari pertemuan itu. Sebelum bertemu orang tua murit, perlu menyiapkan data fakta di sekolah, yang bisa menggugah hati oarang tua murit untuk lebih memperhatikan anaknya. Ketika bertemu orang tua murit, usahakan untuk menggali sebanyak mungkin informasi versi orang tua murit, kemudian bangun komitmen orang tua murit. Jangan terkesan menasehati, tetapi berilah saran/tips yang mungkin bisa dicoba untuk dirumah. Kadang orang tua bingung sepulang dari sekolah apa yang harus dilakukan. Sehingga hal terbanyak dilakukan selama ini adalah memarahi anaknya, bilang kalau membuat malu orang tua, dan banyak anak bukannya kapok malah mutung karena merasa tidak ada orang yang mau memahaminya, tidak disekolah, tidak juga orang tuanya.
Menurut tanggapan kami, siswa/siswi yang suka bolos itu ialah siswa/siswi yang merugikan dirinya sendiri dan tidak menghargai jerit payah orang tuanya. Karena percuma saja dia sekolah kalau tidak mendapatkan ilnu. Yang kita cari dan kita butuhkan adalah ilmu untuk meraih masa depan kita dan juga membuat orang tua kita bangga dengan semua prestasi yang ada.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar